“INI nikmat ataukah azab?” (2)


dan hafal Al-Quran lagi. Pokoknya cocok deh buat kakak,” komentar adikku, si Aida tentang calon istriku.

“Orangnya cantik nggak?”selidikku.

“Lumayan, delapan koma limalah,” jawab adikku enteng.

“Tapi lebih tua dari kakak ya?” tanyaku mencari kepastian.

“Ala Cuma dua tahun kak, lagian sekarang’ kan lagi nge-trend lho, laki-laki menikah dengan wanita yang lebih tua. Nggak masalah itu kak. Apalagi Mbak Raihana itu baby face, selalu tampak lebih muda enam tahun dari aslinya. Orang-orang banyak yang mengira dia itu baru sweet seventeenth lho kak. Bener nih, serius!” propaganda

adikku berapi-api. Adikku satu-satunya ini memang

pendukung setia ibu. Duh pusing aku, pusing!

Dalam pergaulatan jiwa yang sulit berhari-

hari,akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku

tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari

pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus

mengorbankan diriku.

Ibu

Durhakalah aku

Jika dalam diriku,

Tak kau temui inginmu

Ibu

Durhakalah aku

 

Jika dalam diriku,

Tak kau temui legamu

Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat

pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku ada

kecemasan-kecemasan yang mengintai. Kecemasan-

kecemasan yang datang begitu saja dan aku tidak tahu

alasanya, yang jelas, sebenarnya aku sudah punya criteria

dan impian tersendiri untuk calon istriku. Namun aku tidak

bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu

yang amat kucintai itu. saat

khitbah

sekalis kutatap wajah

Raihana, dan benar kata si Aida, ia memang baby face dan lumayan anggun. Namun garis-garis kecantikan yang

kuimpikan tak kutemukan sama sekali. Adikku, ibuku,

sanak saudaraku semuanya mengakui Raihana cantik.

Bahkan tante Lia, pemilik salon kosmetik terkemuka di

Bandung  yang seleranya terkenal tinggi dalam masalah

kecantikan mengacungkan jempol tatkala menatap foto

Raihana. “ cantiknya benar-benar alami. Bisa jadi iklan

sabun Lux lho, asli!” komentarnya tanya ragu.

Tapi seleraku lain. Entah mengapa. Apakah mungkin

karena aku telah begitu hanyut citra gadis-gadis  Mesir

Titisan Cleopatra yang tinggi semampai? Yang berwajah

putih jelita dengan hidung melengkung indah, mata bulat

bening khas Arab, dan bibir merah halus menawan. Dalam

balutan jilbab sutra putih wajah gadis Mesir itu bersinar-

sinar, seperti permata

Zabarjad

yang bersih, indah

berkilau tertempa sinar purnama. Sejuk dan mempesona.

 

Habiburahman  El  Shirazy

Jika tersenyum, lesung pipinya akan menyihir siapa saja

yang melihatnya. Aura pesona kecantikan gadis-gadis

Mesir Titisan Cleopatra sedimikian kuat mengakar dalam

otak, perasaan dan hatiku, sedimikian kuat menjajahkan

cita- cita dan mimpiku. Aku heran, kenapa aku jadi begini?

Dimanakah petuah-petuah suci kenabian itu kusimpan?

Apakah hati ini telah sepenuhnya diduduki oleh mata

bening dan wajah kemialu gadis Mesir? Dimanakah

hidayah itu? apakah aku telah gila? Mana ada kecantikan

Cleopatra di jawa!?

Dihari-hari menjelang akad nikah aku berusaha

menumbuhkan bibit-bibit cintaku pada istriku, tetapi

usahaku selalu saja sia-sia. Usahaku justru membuat

diriku sangat tersiksa. Bibit cinta yang kuharapkah malah

menjelma menjadi pohon-pohon kaktus berduri yang

tumbuh yang menganjal didalam hatiku. Terkadang bibit

cinta yang kuharapkan itu malah menjelma menjadi tiang

gantungan yang mencekam. Aku hidup dalam hari-hari

yang mengancam. Aku hidup dalam hari-hari yang

mencekam. Aku meratapi nasibku dalam derita yang

tertahan. Ingin aku memberontak pada ibu. Tapi teduh

wajahnya selalu membuatku luluh.

Ibu, durhakalah aku

Jika dalam maumu tak ada mauku

Tapi durhakakah aku, ibu ?

Jika dalam diri raihana taka ada cintaku

Oh tuhanku, haruskah aku menikah dalam keadaan tersiksa seperti ini? Haruskan aku menikah dengan orang

Bersambung……..

 

(2)
Tunggu Kelanjutan Ceritanya….

* Habiburahman  El  Shirazy (Pudarnya Pesona Cleopatra).

2 thoughts on ““INI nikmat ataukah azab?” (2)

Jangan lupa Komentar yah... :D Jangan komen Link/Smap OK ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s