“Kelihatannya” (5)


Aku merasa  mulas dan mual dalam perutku

tidak bisa kutahan. Dengan cepat aku berlari kekamar

mandi. Dan aku muntah disana. Raihana mengejar dan

memijitnya pundak dan tengkukku seperti yang dilakukan

ibu.

“Mas masuk angin. Biasanya kalau masuk angin

diobati pakai apa mas, pakai balsam, minyak kayu putih

atau pakiai jamu?”tanya Raihana sambil menuntunku

kekamar.

“Mas jangan diam saja dong. Aku kan tidak tahu apa

yang harus aku lakukan untuk membantu mas.”

“Baisanya dikerokin.” Lirihku

“Kalau begitu kaos  mas dilepas ya. Biar hana

kerokin.” Sahut Raihana sambil tangannya melepaskan

kaosku. Aku seperti anak kecil yang dimanja ibunya.

Raihan dengan sabar mengerokin punggungku dengan

sentuhan yang halus. Setelah selesai dikerokin, Raihana

membawa satu mengkok bubur kacang hijau panas.

“Biasanya dalam keadaan meriang  makan nasi itu

tidak selera. Kebetulan hana buat bubur kacang hijau.

Makanlah mas untuk mengisi perut biar segara pulih.”

Aku menyantap bubur kacang hijau itu dengan

lahap. Lalu merebahkan diri ditempat tidur, menelusup

dibawah hangatnya selimut. Kenyamanan mulai menjalar

keseluruh tubuhku. Raihana duduk dikursi tak jauh dariku.

Ia khusuk mengulang hafalan alqurannya. Di luar hujan

deras. Suara guntur menggelegar dan petir menyambar-

nyambar. Aku memperhatikan wajah Raihana . aku jadi

***

kembali sedih. Wajah yang cukup manis tapi tidak semanis

dan seindah gadis-gadis lembah sungai Nil. Tak lama

kemudian aku tertidur dengan sendirinya. Dalam tidur aku

bertemu Ratu Cleopatra pada suatu pagi yang cerah di

pantai Cleopatra, Alexandria. Ia mengundangku makan

malam diistananya.” Aku punya keponakan cantik namanya

mona zaki. Maukah kau berkenalan dengan?” kata Ratu

Cleopatra yang membuat hatiku berbunga-bunga luar

biasa.

“Mona zaki, aktris belia yang sedang naik daun

itu?”tanyaku.

“Ya. Datanglah nanti malam pukul delapan tepat.

Terlambat satu menit saja kau akan kehilangan

kesempatan untuk menyuntingnya?”

“Menyuntingnya?”

“Ya. Dia meminta padaku untuk mencarikan

pengeran yang cocok untukya. Aku melihatmu cocok. Tapi

aku ingin tahu komitmen dan tangggung jawabmu. Jika aku

datang terlambat maka kau bukan orang yang bisa

bertanggung jawab. Apa kau tidak mau menyuntingnya?”

“Mau, tapi..”

“Tapi kenapa?”

“Dia tidak pakai jilbab.”

“Asal kau mau semua bisa diatur.”

“Baiklah saya akan datang.”

“Ingat jam delapan tepat!”

“Jangan kuatir.”

***

Aku mempersiapkan segalanya. Aku membeli stelan

jas terbaik. Dan aku pergi ke salon. Pukul tujuh malam aku

sudah berada didalam mobil Limousin. Meluncur di atas

jalan El Gaish menuju istana Cleopatra dikawasan El

Manshiya. Aku melewati jembatan Stenley. Keindahan

malam kota Alexandria menambah suasana bahagia dalam

hati. Limousin terus meluncur. Mercusuar pelabuhan

Alexandria kelihatan. Benteng El Silsila juga tampak tak

jauh di depan. Tak lama lagi akan sampai di istana Ratu

Cleopatra. Wajah Mona Zaki terbayang di mata. Dia

memang cantik tak kalah dengan Ratu Cleopatra. Tepat

pukul tujuh lima puluh menit aku sampai digerbang istana

Cleopatra yang megah. Pintu gerbang dibuka. Limousine

masuk istana yang indah itu. aku turun dari mobil. Seorang

pengawal yang gagah membawaku menuju bangsal utama.

Hatiku bergetar luar biasa. Aku akan bertemu Mona Zaki

dan menyuntingnya.

“Dari sana Ratu Cleopatra sudah menunggu bersama

Mona Zaki dan kedua orangtuanya. Ratu juga telah

mengundang

ma’dzun syar’i.

beliau juga telah menyiapkan

pesta yang mewah setelah akad nikah. Anda sangat

beruntung orang Indonesia. Anda beruntung dipilih oleh

Ratu Cleopatra untuk menjadi pendamping keponakannya.

Dan anda telah beruntung datang tepat pada waktunya.

Selamat ya!” kata pengawal itu sambil menuju bangsal

utama. Dari kejauhan aku melihat Ratu Cleopatra duduk

disinggasananya. Disamping kananya ada seorang indah.

Itukah Mona Zaki? Hatiku bergetar hebat. Jika aku

***

Bersambung……..

(5)
Tunggu Kelanjutan Ceritanya….

* Habiburahman  El  Shirazy : Pudarnya Pesona Cleopatra (Bab II “Kelihatannya”).

 

Baca juga :

8 thoughts on ““Kelihatannya” (5)

Jangan lupa Komentar yah... :D Jangan komen Link/Smap OK ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s