“Kelihatannya” (6)


berada di Jawa, sangat tidak mungkin berkenalan dengan

puteri keraton Solo atau Yogyakarta apalagi menyunting

mereka, ini aku, tinggal menunggu hitungan menit saja

akan menyunting puteri tercantik di Mesir. Keponakan

Ratu Cleopatra. Jika nanti aku bawa pulang ke Indonesia.

Maka dengan tiba-tiba aku akan menjadi orang paling

sering nongol di televisi dan Koran-koran. Siapa yang tidak

kenal kecantikan Cleopatra? Dan Mona Zaki dalam gaun

pengantinya lebih cantik dari Ratu Cleopatra, bibirnya.

Sampai dibangsal aku mengucapkan salam. Mona Zaki

tersenyum padaku. Ada satu kursi masih kosong, tepat di

samping kanan Mona Zaki!” sang ratu mempersilahkan aku

menduduki kursi yang berhias berlian itu. aku melangkah

maju. Aku akan duduk disamping Mona Zaki. Hidup ini

begitu indahnya. Belum sempat duduk. Tiba-tiba………

“Mas, bangun mas. Sudah jam setengah empat kau

belum shalat isya!”

Raihana menguncangkan tubuhku. Aku terbangun

dengan perasaan kecewa luar biasa. Tidak jadi menyunting

Mona Zaki, keponakan Cleopatra, aku menatap raihana

dengan perasaan jengkel dan tidak suka.

“Maafkan hana, kalau membuat mas kurang suka.

Tapi mas belum shalat isya.” Lirih hana yang belum

melepas mukenanya, dia mungkin baru saja shalat malam.

Aku tidak berkata apa-apa. Meskipun Cuma mimpi itu

sangat indah seperti dalam alam nyata. Kenapa raihana

tidak menunggu sampai aku menikah dengan keponakan

Ratu Cleopatra itu. kenapa tidak menunggu sampai aku

***

Habiburahman  El  Shirazy

merasakan indahnya malam pertama bersamanya.

Meskipun Cuma dalam mimpi. Aku bangkit mangambil air

wudhu dan shalat. Selesai shalat aku merenungkan mimpi

yang baru kualami. Sangat indah. Tapi sayang terputus.

Cleopatra dan Mona Zaki, aneh. Bagaimana mungkin Mona

Zaki itu keponakan Cleopatra. Bukankah Cleopatra hidup

dizaman Romawi dan Mona Zaki diabad ke-21. bagaimana

bisa bertemu dalam ikatan darah bibi dan keponakan.

Mimpi memang sering aneh. Tak bisa dinalar. Tapi indah.

Hanya saja sayang. Diputus oleh Raihana. Aku jadi

semakin tidak suka dengan dia. Dialah pemutus harapan

dan mimpi-mimpiku. Tapi apakah dia bersalah? Bukankah

dia justru berbuat baik membangunkan aku untuk shalat?

Jika sudah berkaitan dengan cinta dan mimpi, yang salah

atau benar seringkali tidak jelas batasanya. Hanya yang

diselamatkan oleh Allah yang masih berpijak pada

kesadaran naluri dan berpijak pada jalan yang benar. Dan

aku?

 

 

Bersambung……..

(5)

#Halaman 7 :  yang akan datang “Bab III “SELANJUTNYA”.
Tunggu Kelanjutan Ceritanya….

* Habiburahman  El  Shirazy : Pudarnya Pesona Cleopatra (Bab II “Kelihatannya”).

 

Baca juga :

6 thoughts on ““Kelihatannya” (6)

Jangan lupa Komentar yah... :D Jangan komen Link/Smap OK ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s