“Setelah” (13)


berbisnis. Demi agar semua keinginan Yasmin dan anak-

anak terpenuhi. Sawah terakhir milik ayah saya jual untuk

modal. Untungnya saya anak tunggal. Bisnisku lancar.

Semua yang diinginkan Yasmin bisa saya penuhi. Tapi

dalam diri saya, mulai muncul penyelesaian setiap kali saya

melihat teman-teman alumni Mesir yang hidup tenang dan

damai dengan istrinya. Bisa mengamalkan ilmu dan

berdakwah dengan baik. Tidak dikejar-kejar dengan

kepentingan istri yang melangit. Dicintai masyarakat.

Saya merasa iri dengan mereka. Saya tidak mendapatkan

apa yang merekan dapatkan. Jika aku ingin makan rendang

misalnya. Saya harus pergi ke warung makan. Mana

mungkin Yasmin bisa masak rendang. Ia tak mau tahu

dengan masakan Indonesia. Ia hanya mau masak dan

masak cara Mesir. Saya sering melihat teman dan

tetangga dipanggil istrinya dengan panggilan mesra penuh

kehormatan “ bang “. Saya sangat iri sekali. Kau tahu

sendiri. Perempuan Mesir selalu memanggil suaminya

denga langsung menyebut namanya. Dan jika ada letupan

atau masalah antara kami berdua, maka rumah kami

seperti neraka. Kau tau kan bagaiman kerasnya perempuan

Arab kalalu marah atau jengkel.

Puncak penderitaan saya dimulai satahun yang lalu.

Bisnis tidak selamanya untung, ada kalanya jatuh. Tapi

harus bangun lagi jika ingin eksis. Setengah tahun yang

lalu bisnis yang saya jalani jatuh. Saya harus bangun tapi

perlu modal. Kekayaan yang ada tinggal dua. Rumah mewah

yang sedang di tempati berikut isinya, dan perhiasan

***

 

 

Yasmin. Saya minta Yasmin menjual perhiasanya yang

bernilai ratusan juta untuk modal usaha. Dia tidak mau.

Andaikan perempuan Indonesia tanpa saya minta pun dia

akan menyerahkan semua yang dimilikinya untuk modal

usaha bersama. Karena larinya tidak kemana-mana selain

untuk kemakmuran keluarga. Tapi dia bukan perempuan

Indonesia ! kalau ia perempuan yang salehah meskipun dari

Mesir juga akan memberikan apa yang dimilikinya tanpa

diminta. Banyak wanita salehah Arab yang sangat

dermawan dan  baik pada suaminya. Syyidh Khadijah istri

baginda nabi contohnya. Tapi aku tidak tahu dia bisa

dikatakan salehah apa tidak? lalu saya minta padanya,

kalau tidak mau menjual perhiasaanya ya menjual rumah

mewah. Hasil penjualan itu bisa untuk beli rumah lagi yang

lebih sederhana dipinggir kota. Dan sisa bisa untuk modal.

Dia tidak menerima usul itu. dia malah membandingkan

dirinya yang hidup serba kurang, dia merasa masih serba

kurang padahal untuk ukuran gadis Medan ia sudah sangat

berlebihan dengan sepupunya yang dapat koglomerat

Mesir yang serba kecukupan. Tiap tahun sepupunya diajak

keliling Eropa. Dia merasa, seharusnya dia lebih baik dari

sepupunya. Sebab dia memilliki suami  orang luar Mesir

dan sepupunya hanya dapat suami asli Mesir. Baru saya

merasa sangat menyesal menikah denganya. Saya

menyesal telah meletakkan kecantikkan. Ya  dia memang

cantik, tapi sangat menyengsarakan batin saya. Saya telah

diperbudak oleh kecantikkan. Jika tidak melihat ketiga

orang anak baru disayangi tentu saya tidak berpikir

***

 

 

panjang untuk menceraikan Yasmin. Demi anak-anak saya

berusaha tetap bertahan. Saya merasa itulah resiko yang

harus saya tanggung atas pilihan  hidup saya.

Mengetahui keadaan saya yang terjepit. Ayah ibu

mengalah. Mereka menjual rumah dan tanah tempat

mereka tinggal dan uangnya seluruhya diberikan kepada

saya. Untuk modal. Mereka berdua tinggal diruko yang

kecil dan sempit. Batin saya menangis. Saya tak tega

sebernarnya . tapi  mereka memaksa saya untuk

menerimanya. Mereka telah mengorbankan segalanya

untuk saya dan keluarga saya. Saya berharap modal itu

cukup untuk bangun lagi merintis bisnis yang telah jatuh.

Perlahan bisnis yang baru saya rintis mulai menggeliat.

Saat itulah Yasmin kembali berulah. Dia minta menjenguk

orangtuanya ke Mesir satu keluarga. Dia tidak mau

ditunda sebab sudah dua tahun tidak bertemu mereka.

Saya minta dia mau menjual sedikit dari perhiasan yang

telah saya berikan itu untuk biaya kesana. Tapi ia tidak

mau. Menurutnya biaya kesana adalah kewajibanku. Dia

mengancam, jika tidak dituruti keinginnan dia akan bunuh

diri. Akhirnya saya kembali mengalah menuruti keinginan.

Setiap kali saya melihat wajahnya yang cantik dan

meminta dengan manja saya tidak kuasa

mengecewakannya. Itulah kesalahan dan kelemahan saya.

Akhirnnya kami sekeluarga pergi ke Mesir.

Waktu di Mesir itulah puncak tragedy yang paling

menyakitkan terjadi. Dalam rencana, kami disana hanya

setengah bulan. Satu malam, pada hari kesepuluh kami

***

 

 

berada di sana Yasmin berkata pada saya. “ Kau ternyata

tidak memberikan apa yang dimiliki lelaki Mesir!”

Aku kaget dengan pernyataanya itu.

“apa maksudmu?!” tanya saya setengah membentak.

Lalu dengan tanpa rasa berdosa sedikitpun. Yasmin

bercerita bahwa tadi siang saat saya sedang berkunjung

ke teman lama yang jadi staf KBRI dia ditelpon teman dan

kekasih lamanya saat kuliah dulu. Teman lamanya itu telah

menjadi bisnisman sukses di Cairo. Kebetulan istrinya

baru saja meninggal dunia. Yasmin diajak makan siang

dihotelnya. Dan dilanjutkan dengan perselingkuhan.

“Sungguh menyesal aku menikah denganmu orang

Indonesia ! sungguh menyesal! Aku minta, kau ceraikan

aku sekarang juga !  aku tidak bisa hidup bahagia kecuali

dengan lelaki Mesir” kata –kata Yasmin terdengar

bagaikan geledek menyambar itu terasa perih menikam ulu

hati.

Seketika itu saya tidak dapat menahan diri. Saya

pukul dia habis-habisan. Hal yang sebelumya tidak pernah

saya lakukan padanya. Saya sudah tidak kuat lagi

menanggung penderitaan dan sakit hati yang tertahan.

Saya sudah mengorbankan segalanya untuknya, tapi dia

sungguh perempuan yang tidak berhati manusia. Atas

tidakanya saya dia lapor pada polisi dan keluarganya. Saya

ditahan polisi Mesir beberapa hari. Yang menyakitkkan

seluruh keluarganya tidak ada yang membela saya. Bahwa

kehormatan saya sebagai suaminya telah diinjak-injak.

Semuanya membela dia. Meskipun dia mengakui telah

***

 

 

melakukan perbuatan yang susah dimaafkan oleh seorang

suami. Bahkan lelaki Mesir tidak segan membunuh

istrinya jika ketahuan berselingkuh. Tapi saya tidak

diperkenankan menyentuh kulitnya meskipun dia berdosa.

Semua keluarganya membenarkan apa yang

dilakukan. Ayahnya bahkan memaksa saya menceraikannya.

Ternyata selama di Indonesia diam-diam Yasmin sering

menulis cerita bohong pasa keluarganya. Dia bercerita

tentang penderitaanya. Tentang perlakuan saya yang

jahat padanya. Dan lain sebagainya. Penjelasan saya yang

sesungguhnya tidak diterima oleh mereka. Saya tidak bisa

berbuat apa-apa, saya terus dipaksa untuk menceraikan

Yasmin. Tapi saya tidak serta merta menjawabnya. Saya

masih teringat akan nasib tiga anak saya.

Ketika hari kembali ke Indonesia tiba saya ajak

Yasmin ikut serta. Tapi Yasmin bersikukuh tidak akan

kembali ke Indonesia selamanya. Keinginan  Cuma

satu, bercerai dengan saya! Dan tatkala saya hendak

membawa seluruh anak saya pulang. Yasmin dan

keluarganya mati-matian tidak memperbolehkan. Akhirnya

saya hanya bisa membawa si sulung. Kerena dia sangat

dekat dengan kakek neneknya di Indonesia.

Sejak itu saya mengalami depresi. Dua bulan yang

lalu, saya mendapat surat cerai dan pengadilan Mesir.

Sekalian kali mendengar si sulung mengigau meminta

ibunya pulang tiap malam. Saya sangat menyesal,saya

telah memilih jalan yang salah. Saya telah memilih isteri

yang salah. Saya menyesal telah menomorsatukan

***

 

 

kecantikan. Istri yang cantik tapi berperangan buruk

adalah siksaan yang paling menyakitkan bagi seorang

suami. Dan itulah yang aku alami. Kau beruntung sekali

tidak menikah dengan orang Mesir yang menurutmu

cantik-cantik itu jika ada delapan gadis Mesir yang cantik

enam belas karena bayanganya ikut cantik. Dalam

sejarahnya, orang Indonesia yang menikah dengan orang

Mesir banyak yang tidak bahagia dan gagalnya. Yang paling

tepat pemuda Indonesia adalah menikah dengan gadis

Indonesia yang paling mengerti watak dan sifat pemuda

Indonesia. Kau orang Jawa dan sangat tepat menikah

dengan gadis Jawa. Kau pasti sangat bahagia dengan

pilihanmu. Aku tahu sifat perempuan Jawa sangat

menghormati suaminya. Selamat. Itulah ceritaku. Dan

saya ikut palatiha ini tak lain adalah untuk reaksi

menghibur diri.”

Mendengar cerita Pak Qalyubi saya terisak-isak.

Perjalana hidup pak Qalyubi menyadarkan diriku. Aku

teringat Raihana. Perlahan wajahnya terbayang di mata.

Sudah dua tahun aku berpisah dengannya. Tiba-tiba ada

kerinduan padanya menyelinap dalam hati. Dia isteri yang

sangat salehah. Tidak pernah meminta apa pun bahkan

yang ada keluar dari dirinya adalah pengabdian dan

pengorbanan. Hanya karena kemungkaran allah aku

mendapatkan isteri seperti dia. Meskipun hati belum

terbuka lebar untuknya tapi setidaknya wajah Raihana

telah menyala di dindingnya. Apa yang sedang dilakukan

Raihana sekarang ? bagaimana kandungannya? Sudah

delapan bulan. Sebentan lagi melahirkan. Aku jadi teringat

pesannya. Dia ingin agar aku mencairkan tabungannya.

Tiba- tiba aku merasa ingin pulang. Ingin berjumpa

Raihana.

***

Bersambung……..

 

NB:

Jika anda tidak sabar membaca kelanjutan ceritanya, Ajak teman-teman anda Like Artikel ini.
Bila sudah 20 Like (Icon facebook) maka saya akan Post Halaman berikutnya….!!!
Jangan lupa juga tinggalkan Komentarnya…. OK….!!! 

(13)
Tunggu Kelanjutan Ceritanya….
Bab V  “PULANG” (bab terakhir saya Post 1 Bab untuk bab terakhir, jangan sampai kelewat ya…!!)

* Habiburahman  El  Shirazy : “Pudarnya Pesona Cleopatra”.

 

 

Baca juga :

2 thoughts on ““Setelah” (13)

Jangan lupa Komentar yah... :D Jangan komen Link/Smap OK ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s