Namamu


:untuk Rizqa

telah kusebut namamu, dalam

doa selepas sembahyang

malam, kau tak perlu tahu

apa yang kuucapkan

semuanya sudah kulupakan

sebab yang kita ingat-ingat

akan kita harap-harapkan

sementara aku tak ingin

doaku cuma jadi harapan—

ia harus ikut bangun pagi

saat aku bangun pagi

ia harus berkeringat

saat aku bekerja

hingga menetes

menjadi sujud yang lain

membangunkan bumi yang tua dan penidur

untuk menumbuhkan

pohon-pohon mengingat namamu

meneduhkan terikmu

melindungi malammu

tak jauh dari sana

akan kubangun sebuah rumah

dengan tanganku sendiri

dan kau boleh memilih warnanya

apapun yang membahagiakanmu

sementara aku mulai mencicil

lemari, TV, kulkas, mesin jahit,

halaman belakang tempat anak-anak kita

bermain atau berlarian sambil tertawa,

juga sebuah sofa, tampat kita

duduk berdua menyaksikan semuanya

menjelma cerita indah yang akan kita rekam, dalam

foto-foto yang akan kita abadikan di album

kenangan yang tak akan terlupakan

dan apabila aku terlalu tua

untuk tetap bersamamu

juga anak-anak kita,

doaku tak akan pernah menjadi tua

sebab ia tak pernah kuingat

untuk tak membuatnya

terperangkap dalam waktu

seperti aku

: kapanpun akan bersamamu

barangkali memang hanya namamu

hanya namamu,

yang kusebut, dalam

doaku yang sederhana

sangat sederhana

Sajak  Futih Aljihadi.

34 thoughts on “Namamu

  1. salam kenal ya buat sang bujaan ente *ANIS nama mengingatkanku pada yg telah berlalu*🙂

Jangan lupa Komentar yah... :D Jangan komen Link/Smap OK ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s