Kisah Hidupku #3


“Saya harap ini tidak menjadi sebuah Pemikiran kawan-kawan yang Negatif kepada saya”.

Kelas VIII “Perubahan Sikap, Prinsip, Tingkahlaku, Gaya, Hidup, Logika, Bahasa” Perubahan Drastis ketika doni beranjak naik ke Kelas VII.  Entah setan apa yang merasukinya.

Doni memang sekarang sudah bisa bejalan seperti anak normal, meski pun pincang.

 

Dia pun sudah naik ke Kelas VIII. ketika dia melihat sekeliling yang sangat berbeda dengan dirinya dari sisi fisik, Ternyata membuat doni berpikir :

“Aku beda, Maka aku tak boleh Beda, Aku harus sama seperti mereka”.

 

Namun sangat disayangkan pikiran itu tidak diargumenkan menjadi sebuah prinsip positif untuknya.

Suatu ketika Bel berbunyi Tanda Istirahat sudah tiba. Doni pun bergegas ke Kantin tempat biasa dia makan sewaktu istirahat, Namun ada yang berbeda setelah dia memegang prinsip “Aku beda, Maka aku tak boleh Beda, Aku harus sama seperti mereka”. 

“Hay Don….!! Apa kabar…?” tanya teman doni

“Baik” jawab singkat doni sambil tersenyum.

“Udah makan..?”

“Udah”

“Gimana Rasanya..?”

“Rasa apa?” Doni pun bingung

“ya.. kamu abis makan kan…rasanya gimana?”

“Biasa aja, kenyang ko…!!!”

“jiiiaahhhh… dasar… “ Ledek teman doni

“Lah ko dasar sih” rupanya doni semakin tidak mengerti dengan apa maksud kawannya itu berbicara seperti itu kepdanya.

“Mau…?” tanya kawan doni sambil menyodorkan sebatang rokok.

“gak lah, udah lama berhenti” tolak doni smbili senyum tak mau kawannya tersinggung.

“ayo lahhh…. Kangen kang sama asepnya”

“Hmm… aku coba deh….” Dengan terpaksa karna ingin menghargai teman, doni pun mengisapnya.

“Gimana?”

“Uhuk uhuk  uhuk” doni pun batuk seketika karena sudah lama gak pernah menghisap roko lagi.

“Hahahahaha…….” Kawan doni seraya meledek dan bukan hanya satu, kawan-kawan yang ada di sekelilingnya pun ikut mentertawakannya.

“Hehehe… “ doni hanya senyum malu.

 

Seberannya doni sudah merokok dari sejak duduk di kelas 5 SD waktu itu,  namun karena kecelakan itu dia lupa akan asap roko dan tak pernah mengisapnya kembali.

Hari berikutnya doni ke kantin lagi, tanpa ditawari dia pun membeli sendiri dan menghisap roko itu dengan tidak ada paksaan sama sekali, karena dia berpikir bahwa “Aku juga bisa, pasti bisa. jangan anggap aku tak bisa”.  Lagi-lagi konsep-konsep itu muncul karena keterpurukan akan perbedaan fisiknya.

 

“Waahhhhh… Heba…. Muantap” Seraya kawannya menyapa ketika doni sedanga sik menghisap asap hitam pembunuh itu.

 

Doni sadar kalau rokok dapat membuat hidupnya akan berubah entah dari segi apa, tapi doni sudah memperkirakan akan seperti apa kedepannya, tapi dia tak peduli dengan itu yang penting dia bisa sama dan tidak dianggap berbeda dengan kawan-kawannya.

 

 

Singkat Cerita [Sensor Unsur Syara, Aip pribadi]

Seperti  layaknya anak muda dia berubah menjadi-jadi karena pemikiran itu.

Hingga doni pun tau macam-macam apa saja […Sensor…], bahkan doni pernah melihat dan memegang nya secara langsung denga jumlah yang tidak sedikit dan berbagai jenis. Tapi untunglah doni tak pernah mencicipinya. […Kecuali “Sensor”….].

***

 

 

Tak disangka, Doni pun sudah lulus dari bangku SMP, dan dia bingung akan melanjutkan kemana.

Hingga suatu ketika doni mendengar Sebuah Yayasan yang berbasis Ilmu Pengetahuan dan Agama.

Doni pun tertarik dengan Yayasan itu, dia ingin berubah karena dia tau bahwa dia berbeda. Akan sulit jika mencari sebuah pekerjaan dunia dengan kondisi kakinya yang sekarang dia sandang.

Doni pun masuk ke yayasan tersebut, dengan senang dan gembira dia bisa diterima disana.

Tak disangka, doni pun bukannya berubah namun, semakin menjadi-jadi. yah karena pikiran itu yang mempengaruhinya.

Doni si Cacat menjadi penguasa di kelas bersama empat sahabatnya, sering terdengar nama-nama pengacau kelas dan yayasan.

 

“The King Of Brother”

Muhamad Romdoni, Mamba Usul, Aji al-Bukhori, Ajun & Ilham Azizi.

 

Nama-nama pamiliyar ini sering terkumandang disudut-sudut kelas.

Itu lah doni yang niat berubah malahan semakin menjadi-jadi. Seperti waktu dia duduk di Bangku SMP Memimpin serangan kesebuah sekolah dengan perkakas senjata-senjata tajam yang sengaja disipapkan untuk melawan sang lawan.Karena merasa tak terima dilecehkan oleh sekolah lain akibat kalah main bola.

Kejadian itu etrulang kemabli rupanya dengan sedikit berbeda dan sedikit lenih elegant, penguasa kelas.


Sampai sini dulu aja yah… Maaf jika masih kurang nyambung soalnya terlalau banyak aip yang saya tutupi dalam “Kisah Kidupku #3” ini.

78 thoughts on “Kisah Hidupku #3

  1. hemmm niatan DOni untuk mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik sudah etrhitung mendapat pahala, namu jika melihat bnyak sisi negatif dari pa yang doni ceritakan sungguh…..
    mungkin karena masih remaja jadi masih labil… JADILAH PRIBADI YANG SEMAKIN DEWASA DAN LEBIH BAIK LAGI🙂
    SEMANGAT!! dan saya yakin sekarang DONI sudah berubah🙂

    • Hahahaini lah yang di maksud perubahan dengan sisi negatif bukan positif…. saya tak ernah memebanggakan diri kalau positif..😀 sekalipun positif gak saya ceritain dalam hal ini so, saya mau intropeksi diri buat diri saya sendiri, kalau emang kebetulan ada yang sedang a/ masih demikaian semoga cepet melakukan sebuah perubahan hidup..😉

  2. justru laki-laki yang luar biasa itu akan terbukti jika berani beda tapi dalam kebenaran.. karena sesungguhnya semakin bertambahnya usia jaman makin banyak juga yang tidak sejalan dengan agama, siapa yang memegang perbedaan dan berani berbeda dari yang kebanyakan (tidak sesuai agama) maka dia yang akan beruntung, Insya Allah..😀

  3. Banyak orang yang tak tau harus ke mana mengarahkan kakinya setelah perjalanan gelap masa lalu. Namun tidak bagi seorang Romdoni yang, kuyakin, telah lebih memiliki jalan yang positif untuk lebih maju dan berguna. Menarik.

  4. jangan menyerah untuk berubah mnjadi lebih baik kang, krn tdk ada kata trlambat tuk brubah kcuali tubuh ni telah dibaringkan dibawah stumpukan tanah.🙂

  5. ko malah tambah parah .?
    Tapi, hidup ini memang penuh liku2 nya ..kadang gelap, kadang terang..
    Hmm ..jangan nyerah….orang yg berusaha untuk kebaikan pasti akan mendapat kebaikan pula ..

    He he

  6. cang ci men!
    Cang ci men!
    Kacang kwaci permen!
    He! :Mrgreen:

    Widih, kisahnya serem amat!
    ( A: serem?! Emang film horor serem?
    Gwa: ( edeh, dya lagi. )
    Karepmu deh.

    Bwat doni, kesempatan untuk jadi seseorang yang lebih baik masih terbuka lebar! So, dont give up man! :Mrgreen:

    Ps: jangan lupa beli dagangan beta ya!:mrgreen:

  7. Sy jg lg belajar utk mjdi yg lbh baik, yuk sm2 bljr sesuai aturan Agama, ga usah peduli kata org yg katanya emang km sempurna, justru krn merasa buruk/tdk sempurna makanya bljr utk mjdi yg lbh baik.

  8. lam kenal…… wah suka baca cerita jujurnya. smoga nantinya bs berubah ke arah positif walo tidak akan di share. di share lbh baik lho… buat pengingat bagi yg lain….. ditunggu lanjutannya….. #blm baca yg 1 n 2 lgsg menclok ksini😉

  9. Assalaamu’alaikum wr.wb….

    Kisahnya semakin membuat bulu kuduk merinding aja.
    Sungguh hati muda remaja dan merasa diri seperti ada kekurangan, bisa membuat seseorang berubah untuk menjadi seperti apa orang lain bisa lakukan. Prinsip sebegini selalu membinasakan arti kemanusiaan manusia sehingga manusia terjebak ke kancah yang mencelakakan dirinya.

    Semoga dengan perluahan begini, Doni bisa mengambil iktibar untuk masa depan yang lebih baik. Aamiin.

    Selamat untuk kehidupan dunia dan akhirat dan mendapat barakah Allah swt.
    Salam ceria buat Doni.😀

  10. tidak semua orang mau berbagi kisah ‘kelam’ dalam hidupnya. Pasti Dhoni punya tujuan sampai mencurahkan kisah hidup dlm sebuat catatan… semoga bisa diambil hikmahnya…. Lanjutkan…! Ditunggu kelanjutannya…

  11. Ternyata agan lebih berbakat nulisnya dari saya. Pasti ini akan jadi novel jika udah ada posting yang berjudul “Kisah Hidupku #2012”. Ha ha banyak amat tuh posting. Tapi bagi agan pasti lah sangup.

    Seharusnya Doni tidak merokok lagi, berusaha berubah menjadi lebih baik, dan meninggalkan teman temannya. Sepertinya Doni tidak mengambil hikmah dari kecelakaan yang menimpanya.

    Cerita ini mengingatkan ku dengan film jepang. cross zerro(rada rada ingat). keren lo filmnya saya suka. idola saya disana adalah Sunu(ya jelas lah dia kan tokoh utamanya)

  12. kaak, maaf yah baru bisa baca sekarang.__.v
    udah meningkat kok kakak cara nulisnya. lebih enak dibaca dan typonya dikit😀
    saraan aja, kalo mau lebih enak buat dibaca lagi, lebih baik yang bagian *sensor* itu diulas dikit, tapi dengan bahasa yang lebih lembut. atau kakak bilang aja deskripsiin aja itu sbg seseuatu yang cukup hanya kakak yang tau.
    hihi, ditunggu kisah hidup #4 nya😉

  13. Ping-balik: Kisah Hidupku #4 [Bukan] | Desaku

Jangan lupa Komentar yah... :D Jangan komen Link/Smap OK ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s