Cinta Angga dan Nadia


Cinta memang kadang tak bisa berjalan dengan mulus, layaknya seperti jalan tol, dengan mudah melintas tanpa ada lubang. Itu lah yang dirasakan Nadia yang mencintai Angga. Angga yang hanya mencintai Nadia harus diuji dengan seorang waita yang sangat berambisi mendapatkan segala sesuatu yang diinginkannya namanya Kyla, seorang anak pengusaha besar disebuah Kota yang sok, sombong, angkuh, merasa dialah yang paling segalanya. Nadia, seorang gadis dari keluarga sederhana, Angga, pemuda Kota yang jatuh cinta “Nadia”.

 “Aku anterin pulang yah “Nad”!”

“Iya..!”

Angga yang memang ada maksud tertentu yang menginginkan hati Nadia, menawarkan Nadia untuk diantarkan dari kampus pulang kerumahnya. Nadia yang memang juga suka kepada Angga tentunya tidak menolak tawaran baik Angga yang dia sukai itu.

Rupanya Kyla melihat Angga bersama Nadia masuk kedalam mobil Angga, dengan dibukakan pintu mobil dan mempersilahkan Nadia masuk, tentunya Kyla merasa Marah, Jeles, Sebel terhadap Nadia, karena dia tidak suka kepada wanita yang mendekati Angga “siapa pun” keculi dia. Kyla pun mengikuti mereka.

Dalam perjalanan.

“Kringggg kringgg kringgg”

Suara Nada Dering Handphone Angga berbunyai.

“Iya Mah! Ada apa?”

(“Papahmu, masuk rumah sakit lagi, darah tingginya kumat lagi. Cepet kesini sekarang juga mamah takut terjadi apa-apa”)

“Baik mah, Angga akan segera kesana”

Terdengar sekilas dalam pembicaraan di hendphone Angga oleh Nadia.

“Ada apa “Ga” (sebutan singkat Angga)”

“Papah masuk rumah sakit “Nad” (Sebutan singakt untuk Nadia), Aku harus segera kerumah sakit, Mamah khawatir dengan keadaan Papah “Nad”, maaf aku gak bias nganterin kamu sampai rumah ya! Gak apa-apa kan?”

“Iya gak apa” Jawab Nadia yang mengerti bagaimana keadaan tersebut, dimana antara rumah sakit dan rumah Nadia itu sangatlah cukup jauh. Nadia pun turun dari mobil.

Ternyata Kyla yang sejak awal tadi mengikuti mobil Angga dan Nadia, masih mengikuti dibelakang.

 

“Bruuuaakkkkkk”

Nadia tersungkur secara tiba-tiba ke tanah tanpa ada sepatah katapun dan sebab alasan untuk itu.

“Eh lu, ngapain deketin Angga? Asal lu tau yah Angga itu milik gua, jangan pernah lu deketin dia lagi, Ngerti lu. Awas aja kalau sampe lu berani deketin dia lagi gua akan buat lu menderita lebih dari ini Tauu..”

Kyla yang kesal karena Nadia diantar oleh Angga, tanpa basa-basi langsng mendorong Nadia hingga tersungkur ketanah dan memarahi Nadia dengan kata-kata kasar, setelah itu Kyla langsung pergi begitu saja.

Nadia yang tidak tau apa-apa hanya diam dan mengangguk saja ketika mendapat perlakuan dan mendengar kata ancaman yang keji terhadapnya. Nadia mencoba bangkit dari tanah, namun ternyata kakinya kedapati luka yang lumayan sakit hingga dia harus berjalan pincang sampai rumah.

“Loh kenapa kakimu “Nad!””

Khawatir Ibu Nadia ketika melihat anaknya itu datang dengan berjalan pincang dan darah yang merah.

“Gak apa-apa bu, cuam tadi tersungkur, Nadia ngelamun tadi sewaktu dijalan” Jawab nadia dengan senyum tak mau membuat ibunya khawatir.

“kamu ini sini ibu obati, nanti infeksi lagi”

Ibu Nadia segera mengambil air hangat dan handuk kecil untuk membersihkan luka Nadia.

 

Hari berikutnya, Angga yang merasa tidak enak terhadap Nadia akibat kemarin yang tidak bias mengantarkan pulang Nadia sampai rumah, setiba di kampus dia langsung tanya sana sini mencari Nadia.

“Lita Nadia gak?”

“Lita Nadia gak?”

“Lita Nadia gak?”

Hampir setiap anak kampus yang begitu banyaknya dia sambangi untuk menanyakan dimana Nadia.

“Lita Nadia gak?”

“Tadi sih aku denger dari dosen katanya Nadia sakit, dia kemarin tersungkur hingga kakinya luka dan gak bias masuk kelas” Jawab seorang teman sekelas Nadia.

Tanpa ucapan terima kasih, Angga pun langsung lari kemobil berniat untuk menjenguk Nadia, karena dia rasa itu adalah salahnya dan karenanya. Kyla yang melihat Angga terburu-buru mencoba menahan nda menghalang-halangi Angga.

“Angga” tangan Kyla meraih Anggak.

“Ada apa?”

“Mau kemana “Ga”?”

“Aku mau menjenguk Nadia, kata temannya dia sakit kemarin aku tinggal dia di jalan. soalnya, papah masuk rumah sakit dan mamah nyuruh aku untuk cepet-cepet kesana. Udah ya aku mau ke rumah Nadia dulu”

“Aku ikut yah”

“Ngapain, ya aku ikut aja kan aku mau sama kamu, eh mau jenguk Nadia” Kyla keceplosan karena hawa nafsunya sendiri.

“Ya sudahlah  terserah kamu. ayo masuk cepetan” Khawatiran Angga semakin memuncak rupanya setelah mendrngar berita itu.

 

Setibanya dirumah Nadia, Angga langsung masuk kerumahnya.

“Angga tunggu” manja Kyla.

Anggak tak pedulu dengan kata itu.

“Permisi…..! apa ada orang”

“Mungkin pada mati kali yah , gak ada yang jawab” Celoteh Kyla yang jeles karena Angga tidak memperdulikannya.

“Husss… kamu ini ngomong apa sih “Key”” Angga dengan sebal mendengar ucapan Kyla yang tidak sopan.

“Ko kamu gitu..”

“Bodo”

“Angga… Ga…”

“Apa sih!”

Kyla yang mencoba merangkul tangan Angga, Angga pun menghindar dan sedikit marah dengan Kyla.

“Iya… Sebentar….!” Suara seseorang dari dalam rumah terdengar, ternyata ibu Nadia.

“ Cari siapa ya”Tanya Ibu Nadia.

“Kita temennya Nadia bu”

“Kita kamu aja kali” Celoteh Kyla. Angga yang mendengar kata itu langsung menginjak kaki Kyla. Untung saja Ibunya Nadia tidak mendengarnya.

“Apa-apaan sih “Ga”” Kyla yang sakit diinjak oleh Angga.

 

“Nadia nya ada bu?”

“Ada , Nadia dikamar. Oh iya silahkan masuk, ayo masuk jangan sungkan-sungkan, beginilah keadaan Nadia”.

“Gak apa-apa bu sama aja seperti dirumah saya”

Angga yang tak mau dan mencoba untuk ibu Nadia tidak berpikir tentang keadaan.

Nadia pun keluar dari kamarnya dengan kaki pincang. Angga yang melihatnya Langsung meraihnya dengan topangan bahunya. Nadia pun senyum, tapi Nadia juga merasa heran kenapa ada Kyla, dan kenapa Angga bias sama Kyla.

““Nad”! kenapa kakimu, aku cari-cari kamu di kelas gak ketemu, aku tanya temenmu katanya kamu sakit, makannya aku langsung kesini, maafin aku yah “Nad””

“Loh ko kamu minta maaf, bukan salah kamu ko “Ga” ini aku aja yang ngelamun sewaktu pulang, lalu tersungkur ke tanah” Jawab Nadia dengan senyum kebohongan, karena dia tak mau memperpanjang masalah.

“Baguslah kalau kamu ngerasa salah, makannya kalau jadi orang itu jangan sok” Tiba-tiba suara kencang dan bernadakan sebal terdengar dari sebelah Angga, ternyata suara itu dari bibir yang comel Kyla.

“Kamu ini apa-apaan sih “Ky””

“Emang iya kan? Udah miskin gak tau diri lagi”

““Ky” kamu mau ngejenguk Nadia atau apa?” Angga yang mencoba membela Nadia marah.

“Buat apa aku ngejenguk orang kayak dia, Ogah banget…!. Asal kamu tau yah “Ga” aku gak suka kau deket-deket sama dia, makannya aku dorong dia sampai pincang, kenapa gak mampus aja sekalian”

“Kepeeeerrrr……!!!”

Tamparan Angga untuk Kyla yang lumayan sakit, hinggga pipi Kyla yang tebal dengan mekap menjadi merah.

“Jadi kamu Biangkeladinya…!!!”

“Iya kenapa.., Aku ga suka kamu deket-deket sama dia”

“Apa urusanmu…!”

“Aku tuh sayang sama kamu”

“Aku enggak, mending kamu pergi atau aku usir kamu”

“Ok aku pergi…..!”

“Brruuukaaaakkkk” suara pintu yang ditutup Kyla kencang karena kesal.

“Maafin Kyla yah “Nad””

“Iya gak apa-apa ko “Ga”

Raut kesabaran Nadia yang takan pernah habis begitu terasa pada setiap kata yang ikhlas terucap.

Sekejap ruangan sepi tanpa sepatah katapun yang mereka berdua lontarkan dari bibir masing-masing.

“Nad” “Ga”

Dua kalimat yang terucap secara bersamaan menandakan sebuah kegerogian antara satu sama lain.

“Kamu dulu deh “Nad””

“Hmm…Kamu aja dulu “Ga”

“Ya udah, Aku mau bilang sesuatu sama kamu “Nad”

“Apa” Jawab sebuah harapan terasa dari kata “Apa” yang terucap dalam bibir Nadia.

“Maukah kamu menjadi pacar aku, dan serius untuk menjadi Pedamping Hidup Aku”

Tiba-tiba ada sebuah kalimat.

“Udah terima aja, Ibu setuju ko” Ternyata ibu yang datang membawakan segelas Teh hangat untuk Angga.

“Apaan sih ibu” Raut muka merah malu mulai terpancar dari Nadia.

“Jadi gimana”

“Gimana Nak” Ibu Nadia pun ikut-ikutan mempertanyakan. Nadia makin merah saja raut mukanya.

“He’em”

“Apa” canda Angga “Aku gak denger loh “Nad””

“Iya,Aku mau jadi pacarkamu”

“Syukrlah, makasih yah” Ucapan makasih sebagai rasa sayang yang diikuti dengan ciuman hangat kening dari Angga.

Semua bahagia. Suasana berubah menjadi musim semi yang berguguran, daun-daun cinta berguguran kehamparan tanah yang luas mengiringi Mekarnya sebuah cinta Angga dan Nadia.

Sekian….❗

Judul                           : Cinta Angga Dan Nadia

Tercatat/Tanggal         : Rangkasbitung, 23 Juni 2012


“Cerita ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan Nama, Tokoh dan kejadian, Hanya merupakan sebuah Kebetulan.

46 thoughts on “Cinta Angga dan Nadia

Jangan lupa Komentar yah... :D Jangan komen Link/Smap OK ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s