Antara Rindu dan Tanggung Jawab (Membabi Buta)


Bergejolak bagai bara api dimulut gunung
Tumpahan lumpur panas
Seakan membahar seluruh dunia
Mengubrak-abrik seisinya

Tanpa sebuah ujung
Tanpa sebuah daratan dingin
Kerinduan yang semakin membabi buta
Melupakan setupuk kesabaran yang aku kumpulkan

Sekejap aku bertanya pada diriku
“Kemana api itu akan berujung”
Bahkan aku sendiri tak bisa menjawabnya
Gelap, panas, hanya itu yang ada

Darah merah menjadi hitam
Saraf seperti mati terkikis emosi
Semakin habis dilahapnya

Aku ingin pulang…..
Aku ingin pulang…..

Dalam hatiku mengaung
Menggerutu pada tembok bisu
Mencabik-cabik kertas putih
Membutakan pena bermata

Terlintas dalam benak kesabaranku
Tapi ini tanggung jawabku
Aku tak bisa begitu saja meninggalkannya

Apa aku harus relakan kerinduanku terbakar
Luluh lebur, hancur berkeping-keping
Tanpa sebuah harapan
Tanpa sebuah keindahan dalam kerinduan

Menyambut satu akhir perjuangan
Merayakan kegembiraan
Bercengrawala bersama sanak keluarga
Aku tak pulang

12 thoughts on “Antara Rindu dan Tanggung Jawab (Membabi Buta)

Jangan lupa Komentar yah... :D Jangan komen Link/Smap OK ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s