Takut


Sebening tetesan embun pagi
Secerah sinarnya mentari pagi
Bila kutatap raut wajahmu kasih

Rindu akan hasratku
Menyapa tiada henti
Kini aku benar-benar takut

Semakin takut
Rasa yang selalu aku bawa
Rasa yang selalu aku rasa

Begitu sempurna engkau bagiku
Begitu takut aku akan engkau
Akan tak bisa bersamamu nanti

Aku ingin engkau menjadi istriku
Ibu dari putra-putriku kelak
Namun, Aku takut kesempurnaanmu

Membutakanku
Aku hanya ingin “engkau”
Bukan “engkau”

Aku ingin hati
Bukan duniawi
Kini, Dahulu, Seperti apapun engkau aku hanya ingin engkau
Ragamu sungguh membuatku takut

10 thoughts on “Takut

  1. sajak kerinduan namun penuh dengan perasaan ragu … apakah minder? cinta tak kenal kasta (itu kata orang-orang)

Jangan lupa Komentar yah... :D Jangan komen Link/Smap OK ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s