Serpihan Luka


Sebuah rasa yang tak pernah ingin kusapa
Ingin aku membawanya menuju lupa
Namun, salah satu sudut dijiwa enggan tuk mengiyakannya

Terus terbayang
Nampak  bagaikan bayanganku sendiri
Entah sudah gilakah

Saat mata ini lagi-lagi basah
Sedang bibir tetap mampu berucap
‘Tak ada yg salah’

Aku hanya bisa pasrah
Akan apa yang telah kuraih
Sebuah pedih
Yang kau taburikan pada hati yang lirih

Berlindungkan kalimat pemusnah segala logika
Bahwa
“Semua akan indah pada waktunya”

Serpihan luka ini tetap kupelihara
Bodoh..! Tolol..!
“Cacimaki diriku sendiri”
Tak seharusnya terucap terlontar begitu saja

Logika mulai terlupa
Hanya rasa yang berkuasa
Sedang diri tak punya kendali lagi
Sekedar tuk melangkahkan kaki

Lupa.. Lupa.. Lupa..
Kata yang kudamba
Seketika serentak menjelma
Luka.. Luka.. Luka..

Oh, kapan aku lepas dari jeratnya!

Ku terpaku
Merindukan saat-saat dimana hati dan pikirku bersatu
Bukan menyimpang jauh macam mentari dan embun pagi
Namun kabut hitan menutup mata dan hati

Meskipun rindu bergejolak
Perihku menentang
Aku ingin lupakannya.

Jangan tanya tentang akhirnya
Perang batin masih bergejolak
Ditengah lelah hati yg tak terelak

(bahwa)
Aku masih menyayanginya

Kutegaskan
AKU TAK MAU KEMBALI
Luka dan pedih menentang bisikan hati ini

Racauan demi racauan
Tak hentinya menyemarakkan
“Bawaku menuju lupa, saat ini juga!” teriakku

Luka ini masih menganga
ENYAHLAH KAU DARI HIDUPKU

Ini dibuat dalam Tweet.
Follow 

  

4 thoughts on “Serpihan Luka

Jangan lupa Komentar yah... :D Jangan komen Link/Smap OK ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s