Dari Bunda Lahfy


“Postingan ini tidak mempunyai alasan apapun seperti yang saya maksud pada posting sebelumnya,
Rasa Tak Pernah Punya Alasan“.

Aku sebelumnya gak kenal sama Bunda Lahfy (niken-bundalahfy.blogspot.com). Siapa Bunda Lahfy? Bertemu tatap muka pun aku tak pernah. Yang aku tau Bunda Lahfy adalah seorang Bunda (hanya itu).

Bunda Lahfy pernah memberikan sebuah komentar di postinganku “Kisah Hidupku”, dari situ aku pertama, tapi biasa aja, sama seperti sahabat yang lain. Tak ada pikirku untuk mengenal Bunda.  Kemudian entah dari kapan aku ADD Bunda Lahfy hingga sampai saat ini masih beteman.

Pertama aku kenal Bunda Lahfy, ketika ada sebuah “Lovely Little Garden’s First Give Away”. Apa itu GA? aku gak tau apa itu karena aku belum pernah. Kemudian Bunda Lahfy menyarankan agar aku membaca postingannya itu dengan seksama, aku paham dan mengerti, kebetulan waktu itu aku sedang memeikirkan sebuah cerita luka dan aku bisa bangkit “Bangkit Dari Kematian”. Sebuah postinganku yang aku buat penuh dengan kebingungan, karna aku tak pernah ikut ajang GA.

Sering komunikasi dengan Bunda Lahfy aku jadi ingin posting tentang Ibu “Kini Aku Sendiri ‘Maafkan Aku Ibu’ ”, Sebuah postingan yang lebih merujuh kepada penyesalan seorang anak akan Ibu-nya yang sudah wafat, hingga tidak heran jika yang memberikan komentar seakan menganggap bahwa Ibuku sudah tiada. Namun Ibuku masih ada.

Ini lah saat pertama Bunda Lahfy menganggap aku sebagai anak. Entah lah apa itu semua hanya main-main atau sungguhan. Aku hanya merasakan apa yang aku rasakan, ucapan dari seorang perempuan yang sudah melebihi usia dari Ibuku sendiri ini begitu hangat, seakan nyata hingga disiang bolong tanpa malu aku mengeluarkan air mata karena terharu melihat kata “Anakku”.

***

Saking senengnya aku lari keTwitter dan Update Tweet:

Yang terakhir aku ucapkan terima kasih, karena dengan ID Tweet diatas aku dapat begitu banyak teman, sahabat, dan keluarga meski hanya dalam sebuah dunia maya.

***

Tadi malam aku sapa Bunda, karena kemaren Bunda sapa aku dan aku gak tau, solanya kemaren kebetulan PC-nya dipake sama temen, dan fb-ku tetap dibiarkan Online.

Ngobrol-ngobrol sama bunda asik juga, Bunda ajakin aku bercanda meski aku takut karena aku begitu menghargai beliau seperti menghargai kedua orang tua ku sendiri, dan ternyata Bunda Lahfy bisa berbicara Bahasa Sunda. Semakin tunduklah aku dengan menghargai beliau, karena Bahasa Sunda Banten itu kasar, aku takut tak sopan. Namun, untunglah Ibu dan Bapak mengajarkan aku bagaimana berbicara dengan orang yang lebih tua dari aku sendiri terlebih lagi ini seorang Bunda.

***

Karena aku konsen dengan chat, sampai-sampai aku gak sadar kalau bunda ternyata Wall ke Fans Page Desaku.

Duhai Yang Maha Indah…
Sejukkanlah pandangan semua mata
Duhai Yang Maha Kasih
Siramlah sejuk pada semua hati
Kini… dengarlah do’aku dan harapanku
agar Kau memeluk selalu anakku… Dhonie Moch Romdhonie 

Bacanya aku sampai merinding kebetulan juga AIMP2 di PC sedang memutar sebuah melodi. Tak kerasa mata menitikan air mata haru. Aku yang selalu curhat ke Twitter, Update Tweet ;

(Saking senengnya)

Terima kasih Bunda, Bunda udah mau kenal sama Dhoni. Semoga kita bisa semua bisa menjadi keluarga meski hanya di dunia maya. Sekali lagi dan takkan pernah habis Terima kasih Bunda Lahfy.

9 thoughts on “Dari Bunda Lahfy

  1. Aduuhh… maaf Dhonie… bunda salah mengartikan puisi2 Dhonie tentang ibu. Ternyata ibunda Dhonie masih sehat yaa.. Habisnya puisi2 itu sedih sekali siihh… Sampaikan maaf bunda kepada ibu yaa…

    Bunda ngga bercanda kok waktu memanggil Dhonie dengan sebuatan anakku. Bunda mengamati Dhonie yang rajin sekali membuat status di fb. Entah kenapa bunda sering menangkap kegalauan dari status2 dan postingan Dhonie. Mungkin sekedar naluri keibuan dan Allah yang menggerakkan hati bunda untuk lbh memperhatikan Dhonie.

    Betul anakku… rasa tak harus punya alasan. Persahabatan kita di dunia maya menjadi seperti ini wujudnya…. semoga membawa keberkahan buat kita. Tulus, tanpa mengharap apa-apa.

    Dhonie baik-baiklah dengan apa yang sedang dhonie jalani saat ini. Tetaplah sabar dan ikhlas. Tunjukkan pada dunia dan orang-orang yang menganggap dhonie lemah. Tunjukkan pada mereka bahwa mereka salah menilai Dhonie… bahkan menyesal sudah menolakmu.

    Trimakasih juga ya nak… atas rasa hormatmu buat bunda. Buat tulisan2mu yang mengapresiai bunda. Mungkin sedikit berlebihan, tapi ya begitulah… Rasa tak harus memiliki alasan…

  2. Aku juga mengenal baik dengan Bunda Lahfy walau hanya secala OL..
    tapi dari situ sdh cukup untuk menggambarkan beliau sebagai bunda yang selalu peduli dan penuh kasih sayang dengan putra-putrinya serta pada sesama.
    wah berbahagia sekali Dhonie bisa jadi anaknya mbak Niken..

Jangan lupa Komentar yah... :D Jangan komen Link/Smap OK ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s