Kembali Menggonggong


Dia datang menghampiriku lagi
Menjerumuskan aku pada lubang kegelapan
Membutakan setiap pandangan
Dia menghancurkan semuanya lagi

Rasa itu menjerit tak tertandingi
Membuat aku takut
Jangankan menghampiri
Mendengarkannya pun aku enggan

Rasa itu muncul tiba-tiba
Bukan tanpa alasan
Karena aku tarik
Yang telah lama terpendam

Sekejap aku keluarkan
Kulantangkan meski sakit
Menyayat, Tercekit
Teriris, Cincang

Kenapa rasa itu datang kembali
Mengapa  harus terjadi
Kenyataan pahit yang harus aku telan berulang kali
Terasa ingin muntah lelah

Rasa sakit yang tak bisa kulupa
Bukanlah cinta
Rasa duka yang kusapa
Bukan lah ceria

Seperti yang aku bilang “Kembalikan!”
Keceriaan pada senyum tak manisku
Kecerahan pada muka jelekku
Kegembiraan pada hati munyilku

Kadang aku lelah dengan semua ini
Ingin melupa namun sulit dilupa
Ingin membenci namun sulit diberi
Ku harus apa?

5 thoughts on “Kembali Menggonggong

  1. Wauww … sepertinya ini tentang pengorbanan ya mas?
    Tapi bagaimanapun juga, setelah seluruh totalitas yang kita punya tercurahkan untuk pengorbanan dan tidak dapat dicapai, maka kita harus menghentikan pengorbanan ini.

Jangan lupa Komentar yah... :D Jangan komen Link/Smap OK ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s