Izinkan Aku

Bolehkan aku memanggil namamu
Disaat aku akan terlelap dalam tidurku
Bolehkah aku bertemu denganmu
Dalam lelapnya tidurku

Menatap wajahmu
Menggenggam erat tanganmu
Memelukmu
Mencium keningmu walau hanya dalam mimpi

Bolehkan aku tuliskan kata-kata manis
Semanis senyumu
Biarkan aku sedikit bernyani walau dengan
Suara dihanphonemu

Taukah kamu?
Aku merindumu
Tak ada selain urayan isi hatiku
Aku begitu sangat merindukanmu

Muhamad Romdoni – 05/12/2014

Iklan

Cantik Sapaku

Apa kabar kau cantik?
Sekian lama aku tak berjumpa denganmu
Nampaknya kau semakin kusam
Menua tak terbelai lembut mesra

Apa kabar kau cantik?
Bolehkah aku berjumpa dengamu lagi
Meski aku tak mengucap janji setia
Akan selalu disampingmu setiap saat

Rindukah aku!
Tentu, begitu rindu
Sekian lama tak membelaimu
Tak mengkecum pipi halusmu

Kadang tebayang wajahmu yang indah
Merona, memancarkan cahaya
Hitam pekat, gores kuning emasmu selalu ku ingat
Aku rindu kepadamu oh Desaku

Menyemai Cinta

Tanah pun berbelah kekeringan, dikala itu hujan turun membasai menetupnya.

“Menyemai Cinta” , mungkin bisa kita sipulkan pembaharuan. Setiap yang kusut harus dicuci agar bersih kembali.

Ini tentang pengalaman pribadiku, meskipun hanya pernah satu kali untuk menjalani cinta dengan seseorang. Tapi semoga pengalaman ini bermanfaat untuk semuanya.

Siapa sih yang nggak pernah jenuh?

Pasti setiap orang pernah merasakan yang namanya kejenuhan, baik itu dalam hal cinta, pekerjaan, kuliah, sekolah bahkan ngeblog sekalipun. Ketika kita sudah merasa jenuh dengan suatu hal pasti ada efek samping buruk dari rasa itu. Bisa jadi putus dalam suatu hubungan baik yang sudah menikah maupun yang belum, tidak heran dan aneh karena itu sifat manusia. Akan tetapi, bukankah kita sebagai manusia wajib mencari jalan yang terbaik dari suatu permasalahan itu yang menuju kebaikan? Cari lah jalan itu.

Setiap orang mempunya pendapat tersendiri tentang cinta, ada yang bicara “aku cinta kamu”, “aku sayang kamu” akan tetapi mereka tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yang mereka ucapkan. Dengan menyudahi suatu hubungan mereka karena selingkuh ataupun kejenuhan.

Jadi bagaimana pengalaman menyemai cinta kami?

Perjalanan kami memang tidak luar biasa, tapi tidak bisa disebut biasa juga. Karena kami menjalani Hubungan Jarak Jauh (HJJ), atau bahasa kerennya Long Distance Heart (LDR). Akan begitu banyak untuk menyemai cinta dalam hubungan ini, terang saja antara dua insan yang saling mencintai sangat jarang bertemu bahkan mungkin tidak pernah.

Dulu ketika kami belum pernah bertemu, kami menjalani hubungan ini selama kurang lebih satu tahun, bayangkan tidak pernah bertemu hanya komunikasi melalui handphone dan media sosial saja. Kejenuhan pasti kerap kali datang.

Waktu itu usia hubungan kami sekitar setengah tahun dengan kejenuhan yang ada karena hanya komunikasi saja, kami sempat berpisah, dia yang memutuskan. Mungkin karena dia tidak sanggup menjalaninya, sudah merasa jenuh dan lelah menjalani.

Kemudian, tidak lama kami bersatu kembali. Memualai dengan lembaran baru, kami coba saling keterbukaan dalam masalah apapun, baik itu keluarga, kuliah, maupun pekerjaan. Aku yang pada saat itu diselimuti permasalahan-permasalahan yang ada, dari pribadi dan pekerjaan. Dan dia pun dari perkuliahan dan pribadinya. Kami mulai membuat kesepakatan “apapun dan bagaimana pun permasalahan itu, kita harus saling menceritakan bagaimana dan seperti apa masalahnya”. Dan syukur alhamdulillah selama itu berjalan dengan baik. Hari-hari kami mulai penuh pengertian dan perhatian. Cinta sudah bersemi kembali, hari-haripun mulai terasa milik berdua pada saat itu.

Kurang lebih satu tahun sudah kami mejalani semuanya, tapi bukan berarti tidak ada masalah lagi dalam hubungan ini.

Siapa yang nggak mau ketemu dengan sang pujaan hati?

Setiap pasangan pasti menginginkanya, melewati hari-hari bersama penuh tawa dan canda bahagia. Sekali lagi awan hitam menyelimuti langit cinta biru, dimana kami mulai menuntut kepada satu sama lain untuk bertemu. Saya yang sibuk dengan pekerjaan yang tidak bsia ditinggalkan, sedangkan dia seorang perempuan yang rasanya tidak mungkin bila harus pertama kali datang menemui seorang laki-laki. Dari rasa ingin bertemu itu kami saling menuntut sehingga hibungan sudah tidak setabil lagi, seperti kapal yang berat ke belakang ataupun ke depan karena beban yang tidak sesuai.

Kami coba bicarakan secara baik-baik dan akhirnya dia dapat mengerti kesibukan ku yang tidak bisa ditinggalkan. Namun karena selama satu tahun menahan rindu dan ingin ketemu dia yang menemui saya terlebih dahulu, tapi nanti saya juga harus datang menemuinya. Setelah kami bertemu dan semuanya lebih cerah bagai mentari pagi bersinar diupuk timur. Dia yang sudah menemui orangtua ku dan mendengar kepastian secara langsung, merasa sangat yakin dan semakin kuat untuk cintanya.

Dan sampai saat ini hubungan kami baik-baik saja, dan tentunya masih melewati hari-hari bersama dengan cara komunikasi melalui handphone dan media sosial.

Hanya sekedar motifasi :

  • Peganglah ucapanmu jika kamu sudah mengucapkan cinta dan kesetiaanmu kepada pasanganmu.
  • Cobalah saling terbuka dalam permasalahan apapun agar bisa dipecahkan dan mencari jalan terbaik untuk bersama.
  • Saling mengingatkan jika ada kesalahan, dan saling mengkoreksi diri jika merasa paling benar, mengalah bukan berarti kalah.
  • Cintai dan sayang yang tulus dahulu pasanganmu, jika kamu ingin mendapatkan cinta dan sayang yang tulus pula dari pasanganmu.

Semoaga tulisan ini bermanfaat untuk sahabat semua dan pembacanya.

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani

Tanpa Banyang

Dimalam yang begitu kelam
Tak ada bintang
Apalagi rembulan
Hanya hitam kelam

Selintat petir menyambar tak bergemuruh
Hanya warna putih melintasi dimata
Beserta gerimis hujan membasahi bumi
Daun – daun pun tak mampu tuk goyang meski diterjang angin kencang

Tak seperti malam biasanya aku melihat bayangan
Tapi tidak untuk malam ini
Aku tak melihat bayangn apapun

Bukan aku tak rindu kasih
Bukan aku tak sayang kamu kasih
Bukan aku tak meikirkanmu kasih

Aku hanya memendam rasa
Seperti manusia mati tanpa raga
Merindukanmu tanpa bayanganmu disampingku
Semakin membuatku terhanyut akannya

Oh Tuhan…

Sampaikan salamku padanya
Sampaikan sayangku padanya
Sampaikan kasihku padanya
Dariku yang selalu merindukannya

 

Tentang Kita

Ketika mereka saling menatap, kita tidak
Ketika mereka saling memeluk, kita tidak
Ini kita, kita yang tak pernah seperti mereka
Ini kita, kita yang tak sama seperti mereka

Kita yang hanya berbicang dengan media
Kita yang hanya tawa dengan suara
Tanpa senyum manis dimata
Tanpa tatapan mesra

Bayang menjadi penggantiku
Bayang menjadi penggantimu
Tatap-tatapan kosong tak beraga

Kau bilang jarak menjadi memisahkan kita
Ku bilang tak ada penghalang antara kau dan aku
Karena jarak bukanlah penghalang
Penghalang yang sesungguhnya, perasaan kita yang merasa rindu

Mungkin benar apa kata mereka
Mungkin benar apa katamuTapi bagiku itu salah
Karena hatiku ada didekatmu
Karena hatimu ada diekatku

Mungkin rembulan tak bisa menyampaikan salam
Mungkin angin tak bisa menyampaikan rindu
Mereka hanya diam membisu
Mereka tau, tau apa yang dirasakan kita

Seperti kita yang kadang hanya terdiam
Hanya terdengar suara gemuruh angin
Suara-suara yang bukan kau dan aku
Tapi itu lah kita

Rindu yang selalu menyelimuti kata
Rindu yang selalu membuat diam
Bukan karena tak bisa berkata atau merangkai kata
Namun karena rasa
Rasa yang tak terhingga

Berulang kali kadang kita ucap
Bahkan beribu-ribu kita dengat
Namun tak pernah melepasnya
Terlepas darinya

Ini cinta kita
Cinta antara kota dan kota
Desa dan Desa
Kita untuk kita

Semua memisahkan
Semua menyatukan
Hati yang berbeda
Raga yang beda

I Love You Dear and Happy Anniversary Dear

Siapa Yang Tahu?

Jika hati sudah merasa nyaman saat dengan seseorang tentulah dia tidak akan mencari seseorang yang lain lagi. Mungkin kalimat itu bisa dirasakan pada setiap orang yang jatuh cinta pada pasangannya. Tanpa berpikir panjang dan secara sehat mau pun logika karena kadang jadi gila, apa lah daya seorang jiika sudah jatuh cinta.

Hari ini aku berbincang dengannya, sempat agak jengkel sedikit karena tinggkahnya yang seakan-akan menuduh, jelas saja aku marah karena tidak merasa, meskipun aku tau bukan maksudnya menuduh. Tapi, siapa yang tidak tersinggung dengan ucapan seperti itu.

Kenapa dia bilang “memisahkan”? bukan karena keinginan tapi memisahkan karena takdir. Kemudian aku berpikir, “Setega itukah Tuhan padaku, mengirimnya kemudian mengambilnya begitu saja”.

Bisakah aku menerima itu semua?, sedangkan aku sudah gila karenanya.

Siapa Yang Tahu?

Siapa Yang Tahu?

Sebuah tulisan telah ditetapkan
Baik buruk tertulis didalamnya
Untuk siapa, pada siapa?
Siapa yang tahu?

Andai saja bisa ku tulis sendiri
Ku rangkai kalimat dari perkata
Untuk kita di masa
Akan ku tulis takkan terpisah

Kami dipertemukan di alam tipudaya
Kemudian kami berharap dipertemukan di alam sebenarnya
Tidakkah begitu banyak permintaan
Mana yang akan dipilih jika hanya satu dari dua

Tak ada yang bisa menolaknya
Tak ada yang bisa menentangnya
Takdir memang demikian
Begitu yang ku tahu

Seperti apa takdir kami?
Apa yang akan terjadi?
Apapun itu, aku hanya meminta dalam do’a
Takdir, jangan pisahkan kami