Ijab Kabul

Enak juga ini lagunya Kangen Band loh 😉

 

Di gelap malam aku mulai tenggelam
Saat kau peluk erat tubuhku, sayang
Tunggu aku pulang, aku pasti datang
Menemuimu tersayang

Beranikan diri bertemu orang tuamu
Bicara baik dari hati ke hati
Restuilah kami, doakanlah kami
Jadi pasangan abadi

Tunggulah aku menjadi imam-mu
Dan tunggulah aku menjadi imammu

Dan akan ku lamar anakmu di tahun ini
Restui kami, doakan kami, jadi pasangan abadi
Dan akan kutanggung jawabi kebutuhannya
Lahir batinnya, jiwa raganya
Agar ia bahagia dudududu

 

Tarikkk mangggg….. :mrgreen:

Iklan

Mengais Masa Lalu

Kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu
Memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan
Terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja
Seakan-akan sosokmu nyata
Menjelma menjadi pahlawan kesiangan
Yang merusak kebahagiaan

Dalam kenangan
Kau seret aku perlahan
Menuju masa yang harusnya aku lupakan
Hingga aku kelelahan
Hingga aku sadar
Bahwa aku sedang dipermainkan

Inikah caramu menyakitiku?
Inikah caramu mencabik-cabik perasaanku?
Apa dengan melihat tangisku
Itu berarti bahagia buatmu?
Apa dengan menorehkan luka di hatiku
Berarti kemenangan bagimu?

Siapa aku di matamu?
Hingga begitu sulit kau melepaskanku dari jeratanmu

Apakah boneka kecilmu ini dilarang untuk bahagia?
Apakah wayang yang sering kau mainkan ini dilarang untuk mencari kebebasan?
Mengapa kau selalu perlakukan aku seperti mainan?
Kapan kau ajari aku kebebasan?

Ajari aku caranya melupakan!
Meniadakan segala kecemasan
Meniadakan segala kenangan

Nyatanya derai air mataku
Hanya disebabkan olehmu

Ajari aku caranya melupakan
Sehingga aku lupa caranya menangis
Sehingga aku lupa caranya meratap
Karena aku selalu kenal air mata

Aku hanya ingin tertawa
Sehingga hati aku
Mati rasa akan luka

Sumber: Soundcloud

Jangan Kau Baca, Tapi Kau Rasa.

Ikuti Hati & nadimu berbicara

Jangan terlena akan apa yang telah kuucap

Rasakan dalam sanubari & jiwa

Jika memang aku menyayangimu selamnya

 

Aku bukan berucap

Aku hanya merasa

Gelisamu yang kian membara

Akan bayangan masalalu, paptut kau jadikan pertanda

 

Dan aku tak mampu berucap

Ketika engkau berkata

Biarlah hati yang merasa

Apa dan bagaimana rasanya

 

Kesunguhan bukan lah sebuah impian semata

Kesungguhan aku jadikan sebuah rasa yang tersirat dalam jiwa

Mungkin sulit tuk kau percaya

Tapi memang ini apa adanya

 

Dalam pribahasa “Aku Cinta”

Tapi yang kurasa “Aku Sayang”

Ketika kuucap maka aku akan pegang

 

Aku hanyalah manusia biasa

Tak mampu berbuat apa-apa

Aku disini hanya mampu berharap

Bahwa kita akan saling berhadap

 

Sebuah kata tak mungkin terbaca

Jika bukan dirasa

Sebuah mimpi takan pernah terwujudkan

Jika bukan menjadi sebuah tujuan

 

Aku bukanlah Nyata dalam Raga

Aku hanya nyata dalam jiwa

Tak bisa dibaca

Mampu tuk dirasa

 

Aku tak tau apa yang kutuliskan dalam kata

Aku hanya tau kau satu-satunya dalam dada