Menyemai Cinta


Tanah pun berbelah kekeringan, dikala itu hujan turun membasai menetupnya.

“Menyemai Cinta” , mungkin bisa kita sipulkan pembaharuan. Setiap yang kusut harus dicuci agar bersih kembali.

Ini tentang pengalaman pribadiku, meskipun hanya pernah satu kali untuk menjalani cinta dengan seseorang. Tapi semoga pengalaman ini bermanfaat untuk semuanya.

Siapa sih yang nggak pernah jenuh?

Pasti setiap orang pernah merasakan yang namanya kejenuhan, baik itu dalam hal cinta, pekerjaan, kuliah, sekolah bahkan ngeblog sekalipun. Ketika kita sudah merasa jenuh dengan suatu hal pasti ada efek samping buruk dari rasa itu. Bisa jadi putus dalam suatu hubungan baik yang sudah menikah maupun yang belum, tidak heran dan aneh karena itu sifat manusia. Akan tetapi, bukankah kita sebagai manusia wajib mencari jalan yang terbaik dari suatu permasalahan itu yang menuju kebaikan? Cari lah jalan itu.

Setiap orang mempunya pendapat tersendiri tentang cinta, ada yang bicara “aku cinta kamu”, “aku sayang kamu” akan tetapi mereka tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yang mereka ucapkan. Dengan menyudahi suatu hubungan mereka karena selingkuh ataupun kejenuhan.

Jadi bagaimana pengalaman menyemai cinta kami?

Perjalanan kami memang tidak luar biasa, tapi tidak bisa disebut biasa juga. Karena kami menjalani Hubungan Jarak Jauh (HJJ), atau bahasa kerennya Long Distance Heart (LDR). Akan begitu banyak untuk menyemai cinta dalam hubungan ini, terang saja antara dua insan yang saling mencintai sangat jarang bertemu bahkan mungkin tidak pernah.

Dulu ketika kami belum pernah bertemu, kami menjalani hubungan ini selama kurang lebih satu tahun, bayangkan tidak pernah bertemu hanya komunikasi melalui handphone dan media sosial saja. Kejenuhan pasti kerap kali datang.

Waktu itu usia hubungan kami sekitar setengah tahun dengan kejenuhan yang ada karena hanya komunikasi saja, kami sempat berpisah, dia yang memutuskan. Mungkin karena dia tidak sanggup menjalaninya, sudah merasa jenuh dan lelah menjalani.

Kemudian, tidak lama kami bersatu kembali. Memualai dengan lembaran baru, kami coba saling keterbukaan dalam masalah apapun, baik itu keluarga, kuliah, maupun pekerjaan. Aku yang pada saat itu diselimuti permasalahan-permasalahan yang ada, dari pribadi dan pekerjaan. Dan dia pun dari perkuliahan dan pribadinya. Kami mulai membuat kesepakatan “apapun dan bagaimana pun permasalahan itu, kita harus saling menceritakan bagaimana dan seperti apa masalahnya”. Dan syukur alhamdulillah selama itu berjalan dengan baik. Hari-hari kami mulai penuh pengertian dan perhatian. Cinta sudah bersemi kembali, hari-haripun mulai terasa milik berdua pada saat itu.

Kurang lebih satu tahun sudah kami mejalani semuanya, tapi bukan berarti tidak ada masalah lagi dalam hubungan ini.

Siapa yang nggak mau ketemu dengan sang pujaan hati?

Setiap pasangan pasti menginginkanya, melewati hari-hari bersama penuh tawa dan canda bahagia. Sekali lagi awan hitam menyelimuti langit cinta biru, dimana kami mulai menuntut kepada satu sama lain untuk bertemu. Saya yang sibuk dengan pekerjaan yang tidak bsia ditinggalkan, sedangkan dia seorang perempuan yang rasanya tidak mungkin bila harus pertama kali datang menemui seorang laki-laki. Dari rasa ingin bertemu itu kami saling menuntut sehingga hibungan sudah tidak setabil lagi, seperti kapal yang berat ke belakang ataupun ke depan karena beban yang tidak sesuai.

Kami coba bicarakan secara baik-baik dan akhirnya dia dapat mengerti kesibukan ku yang tidak bisa ditinggalkan. Namun karena selama satu tahun menahan rindu dan ingin ketemu dia yang menemui saya terlebih dahulu, tapi nanti saya juga harus datang menemuinya. Setelah kami bertemu dan semuanya lebih cerah bagai mentari pagi bersinar diupuk timur. Dia yang sudah menemui orangtua ku dan mendengar kepastian secara langsung, merasa sangat yakin dan semakin kuat untuk cintanya.

Dan sampai saat ini hubungan kami baik-baik saja, dan tentunya masih melewati hari-hari bersama dengan cara komunikasi melalui handphone dan media sosial.

Hanya sekedar motifasi :

  • Peganglah ucapanmu jika kamu sudah mengucapkan cinta dan kesetiaanmu kepada pasanganmu.
  • Cobalah saling terbuka dalam permasalahan apapun agar bisa dipecahkan dan mencari jalan terbaik untuk bersama.
  • Saling mengingatkan jika ada kesalahan, dan saling mengkoreksi diri jika merasa paling benar, mengalah bukan berarti kalah.
  • Cintai dan sayang yang tulus dahulu pasanganmu, jika kamu ingin mendapatkan cinta dan sayang yang tulus pula dari pasanganmu.

Semoaga tulisan ini bermanfaat untuk sahabat semua dan pembacanya.

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani

18 thoughts on “Menyemai Cinta

  1. Hmmm, kisaj cinta Dhonie dan si dia yang sedikit bunda ikuti. Turut mendoakan semoga berlanjut ke jenjang berikutnya. Jangan lama-lama ya kasep. Sok atuh geura dilamar anjeunna😀

    Terima kasih untuk partisipasinya, sudah tercatat sebagai peserta.

  2. Semua orang akan merasakan bosan, sesuka apapun kamu pada awalnya. Ini karena kamu udah tau semua tentang dia dan hubungan kalian bukanlah lg sebuah petualangan, melainkan sudah menjadi kebiasaan.

Jangan lupa Komentar yah... :D Jangan komen Link/Smap OK ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s